Selamat datanag dalam komunitas Surgawi

Dunia ini tempat sementara, tempat kita transit barang sebentar. ada tempat yang kekal, bukan untuk transit tetapi tempat untuk menikmati hidup yang sesungguhnya. Untuk menuju tempat yang kekal dan abadi, syaratnya: Terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat dalam hidup saudara, karena Ialah pemilik tempat kekal itu yaitu tempat dimana Allah bertahta dan memerintah umatNya. tempat itu indah, aman, dan nyaman. Saya menyambut saudara dengan ungkapan kata:
selamat masuk surga!!!!
By: Edipianus






Minggu, 06 November 2011

Tanda-Tanda Kematian Rohani

Tanda-Tanda Kematian Rohani
Yohanes 5:25-29

ada beberapa tanda, yang mengindikasikan rohani kita mengalami kemunduran atau kematian rohani dalam hidup kita, yaitu:

Berhenti mencoba untuk bertumbuh seturut dengan kehendakNya:  Allah kita adalah Allah yang dinamis, kreatif dan Ia mau umatNya selalu ada yang baru (Lukas 2:52) tidak mudah bertenti kepada titik tertentu dalam dirinya, selalu ingin mengalami hal yang baru bersama dengan Tuhan.  bila kita senantiasa mencoba hal yang baru bersama dengan Tuhan maka kita mendapat kemurahan dari Allah dikasihi Allah dan sesama manusia.  Yesus semakin dikasihi oleh Allah dan sesama manusia. Jadi, kehidupan yang ada di dalam menghasilkan pertumbuhan ke luar.

Berhenti merasa sesuai dengan perasaan Ilahi:  Untuk bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Allah, kita perlu ada pengudusan emosi.  dengan demikian, kita dapat merasa sedih untuk hal yang Tuhan rasa sedih, merasa senang untuk hal yang Tuhan rasa senang.  suatu pertanyaan, apakah perasaan kita sudah "kebal"?  sehingga kita tidak bisa merasakan apa yang memang menyukakan hati Tuhan.

Berhenti untuk bertobat:  Apakah hati hurani kita masih menegur kita merasa tertuduh bila kita berbuat dosa? Ibrani 9:14, Tuhan Yesus solusi untuk menyucikan hati nurani kita agar kita bertobat dari segala kebiasaan hidup yang tidak berkenan kepadaNya.  dosa adalah perseteruan dengan Allah, dosa menyimpang dari yang diperintahkan Tuhan, dosa berarti tidak mencapai standar Allah.  "Orang suci adalah orang yang punya kepekaan yang benar terhadap dosa yang kecil" Martin Luther.  Jadi, pertobatan harus terjadi seringkali dalam segala aspek hidup kita.


Dalam KasihNya: edipianus

Mengatasi Stress

Mengatasi Stress
I Raja-Raja 19:1-8

Malaikat tidak bisa berbicara tentang stress, karena tidak pernah mengalami stress.  Ia tidak bisa berbicara tentang keselamatan karena ia tidak mengalami keselamatan.

Stress:  Kelelahan berat disebabkan oleh tekanan/ ancaman dalam hidup.   Tingkat stress; tingkat tanda bahaya, tingkat keletihan.

Nabi Elia
  • Nabi besar- Matius 17:3 (wakil semua nabi)
  • Prestasinya diakui Tuhan (Maleakhi 4:5-6)
  • rela menanggung segala kesulitan di dalam pelayanan
  • berani menyatakan kebenaran dengan segala resikonya (I Raja-Raja 18-18)
  • Mendemontrasikan kuasa Allah ( I Raja 18:20-46)
Penyebab Stress Elia
  • Tubuh yang letih (musim kering dan gunung Karmel - peperangan rohani menyedot tenaga besar: ada ungkapan yang baik : di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat).
  • Dia pikir peperangan sudah selesai (dikirain 400 Baal sudah habis, nah anggapannya ini dia kebangunan rohani, eh ternyata membuat iblis marah ( ini yang disebut: dari klimaks - anti klimaks) digertak oleh Izebel "jika besok kira-kira pada waktu ini aku takmembuat nyawamu sama seperti salah seorang dari mereka...." I Raja 19:2-3.
  • Sigle Fighter (19:10b) ; mencoba tanggung sendiri (19:4; Pengkhotbah 3:9-10), ingatlah ini! siapapun kita pernah merasa jenuh baik hamba Tuhan, aktivis dan lain sebagainya.
  • Messianic-syndrome (19:10,14) kalau bukan saya, siapa lagi? akibatnya, bila sukses bisa menjadi sombong, jika gagal bisa mengakibatkan stress.
  • Menutup diri berdialog dengan Tuhan (19:9-10,13-14).
  • Memulai dengan iman, tetapi mau mengakhirinya dengan "daging" (band Galatia 3:3).  saran saya: dalam keadaan kalut, jangan cepat-cepat ambil keputusn penting/prinsipil-tunggu/tahan sebentar lagi.  Jangan mengatakan/melakukan sesuatu yang akan kita sesali dalam jangka waktu yang lama.  I Raja 18:19,40- kalau kita mau kebangunan rohani, relakan Tuhan untuk bekerja secara tuntas dalam kehidupan kita 
Cara Tuhan menolong Elia
  • mengijinkan Elia ret-reat (menyendiri) I Raja 19:3-4.
  • Membiarkan katarsis pada batas tertentu ( I Raja 19:4), kalau kita jengkel, kita lakukan apa saja sebagai bentuk tidak puas dan cara untuk mengungkapkan perasaan yang tidak baik/sumpek.
  • Membiarkannya tidur ( I Raja 19:5-6).  waktu kita tidur, sel-sel rusak diganti dengan sel-sel yang baru.
  • Memberi makan yang bergizi ( I Raja 19:5,7- energi untuk jatah 40 hari).
  • Mengajaknya berdialog-Allah mau mendengarkan keluhan kita ( I Raja 19:9-10).
  • Memberi kesejukan dan kenyamanan ( I Raja 19:11-12).
  • Memberi tugas baru kepada Elia yang telah merasa diri gagal ( I Raja 19:15-18)-masih melayani beberapa tahun.
  • Memberi teman dekat (Elisa).


Dalam KasihNya: edipianus

Rahasia Hidup Yang Dikasihi Allah

Rahasia Hidup Yang Dikasihi Allah
Mazmur 123:1-4

olokan dan hinaan dapat merupakan ujian berat bagi orang beriman yang menyebabkan kesetiaan kepada Allah luntur atau goyah.  namun olokan dan hinaan yang dilontarkan orang yang tidak percaya Allah kepada pemazmur tidak melunturkan bahkan menggoyahkan imannya.  justru melalui olokan dan hinaan pemazmur mengerti ada satu pribadi yang dapat memahami dan menerima dia apa adanya.
Melalui pemahaman pemazmur yang benar kepada Allah, ia tidak goyah, bahkan pemazmur tetap berharap kepada Allah, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata pemazmur memandang kepada Allah, sampai Ia mengasihani kita.
menarik untuk melihat frase "sampai Ia mengasihani kita".  Pemazmur sadar bahwa olokan dan hinaan merupakan ujuan bagi imannya. Itulah sebabnya, pemazmur tidak pernah putus pengharapan, bahkan sebagai hamba ia tahu akan tugas dan tanggung jawabnya kepada tuannya.  Sebagai seorang hamba, pemazmur:

Tetap melayani Allah: inilah sikap profesionalisme seorang hamba kepada tuannya, orang percaya kepada Allahnya, ia tidak mau dikendalikan oleh masalah yang sedang ia alami, justru ia semakin giat melayani Allahnya.  Karena ia tahu, ia mengabdikan hidupnya kepada Allah.  Di dalam Alkitab, kita bisa menemukan sikap-sikap profesionalisme seorang anak Allah, satu diantaranya adalah Nehemia-seorang juru minum raja-mendengar kota leluhurnya yang porak-poranda, ia sedih tetapi tetap melayani tuannya...Nehemia 2:8 "tangan Allahku yang murah melindungi aku". wow...profesionalisme kita diperhitungkan Allah. Sedih ketika mendengan orang yang mengatakan orsng Kristen, tetapi, tak kala menghadapi masalah, mereka justru mengundurkan diri dari pelayanan, dengan berbagai macam alasan yang diutarakan.  Saudara, kesetiaan kita untuk tetap melayani, walau dirundung persoalan, menunjukkan sikap profesionalisme kita, juga sikap orang percaya yang dewasa.  Ia tahu mana bagian dia, dan membiarkan Allah melakukan bagianNya untuk dia.

Mentaati dan melaksanakan kehendak Allah: Kehendak Allah bagi semua orang adalah supaya semua orang hidup di dalam kebenarannya, dan hidup di dalam ketaatan yang utuh kepada Dia.  Maksud saya begini saudara, kita ini hamba Tuhan, seorang hamba seluruh kewajiban dan haknya ada kepada tuannya, artinya; seluruh kehendak kita adalah kehendak yang dikehendaki oleh Allah, bukan sekehendak hati kita. Tuhan mau supaya kita tetap hidup di dalam perkenannya dengan cara mengikuti dan menjalankan kehendakNya dalam segala keadaan.  Tuhan tidak pernah merencanakan hal yang tidak baik untuk hidup kita, Ia merencanakan yang baik buat hidup kita.  itulah sebabnya, Ia mau supaya kita tetap hidup mentaati kehendakNya dan menjalankan apa yang Ia kehendak bagi kita.

Untuk menjadi hamba yang dikasihi Tuhan, kita harus memiliki kepekaan untuk mengerti isyarat dari Tuhan kita:  Sebagai hamba, kita menunggu isyarat, apa yang diinginkan tuan untuk kita lakukan dan apa yang tidak diinginkan tuan untuk tidak kita lakukan. kita perlu mengerti isyarat-isyarat dari Tuhan.  Untuk mempertajam kepekaan kita; setiap hari dalam diri kita memilki hubungan yang intim, akrab dengan Tuhan melalui Pembacaan firman Tuhan yang teratur, Doa yang teratur dan hidup dalam persekutuan dengan orang percaya lain yang mempunya keinginan sama-sama menyenangkan hati Tuhan.  Tanpa membaca firman Tuhan yang teratu, doa yang teratur, dan hidup dalam persekutuan.  Kita tidak mungkin memilki kepekaan yang tajam untuk mengerti kehendak dan isyarat Tuhan dalam hidup kita.

Bila bagian di atas, sungguh-sungguh kita lakukan dengan baik, maka kita akan mendapatkan belaskasihan dari Allah, hidup kita sebagai hambaNya senantiasa berkenan kepadaNya, kemudian mendapat perlindungan dari Tuhan sebagai jaminan yang aman yang kita terima dari Dia.


Dalam KasihNya: edipianus

Kamis, 03 November 2011

MENGATASI RASA CEMAS


MENGATASI RASA CEMAS
Lukas 22:39-46

Pendahuluan
·         Tuhan Yesus adalah  manusia dan Allah 100%, kita bicara tentang kemanusiaa Yesus yang cemas.
·         Keringat Yesus bercampur darah; Ia berkata “Allahku-Allahku mengapa Engkau tinggalkan Aku, ada keterpisahan sesaat antara Allah dan Yesus, Yesus harus menanggung dosa.
·         Malaikat datang menampakkan diri uk menolong  (Lukas 22:43), uk menguatkan.
·         Kejadian-kejadian yang mencemaskan kita, ingatlah ada malaikat yang diutus uk menolong (Yohanes 18:3-8), ini adalah hasil dari kekuatan Allah yang Ia berikan kepada Yesus uk menghadapi masalah seberat apapun.
Faktor Kecemasan
1.      Akibat dosaà membuat kita tertuduh, rasa bersalah, jauh dari hadirat Tuhan, tidak ada damai sejahtera, hilangnya suka cita.  Dosa merampas sukacita yang Allah berikan kepada umat Manusia.
2.      Ketika kita menyatakan kebenaran ditengah-tengah mayoritas orang yang melakukan ketidak benaran. (II Kor 7:4-7) Tetapi Paulus memberi teladan bagaimana menang atas kecemasan.
3.      Kita cemas tentang biaya hidup (6:25-29;31-33).  Ingatlah bahwa kita ini ciptaan Allah dan tebusan Allah, ingat mengapa yg diciptakan pertama kali bukan manusia, ini menunjukkan bahwa Allah itu adalah Pribadi peduli, sudah mempersiapkan berkat-Nya uk umat-Nya.
4.      Keserakahan/cinta uang (I Timotius 6:10; Mzr 62:11) akar dari kejahatan yaitu cinta uangàJangan sayang harta itu tidak baik (Amsal 23:4-5; Roma 8:28) harta yang melimpah kadang membuat hati cemas (Filipi 4:13)àPrinsip utama adalah sikap kita dalam memandang uang, harta dll.  Prinsip itulah yang mempengaruhi hidup kita.
Bagaimana Mengatasi Kecemasan
1.      Kerjakan Bagian kita serahkan kepada Tuhan apa yang menjadi bagian-Nyaà “Awas dengan Messianic Syndrome!”
2.      Filipi 4:13àPercaya diri yang berdasarkan iman
3.      Evaluasi diri: Kebutuhan atau keinginan? (sekedar ambisi pribadi Filipi 4:19)
4.      Yang bisa dikerjakan, kerjakanlah, yang bisa diatasi, atasilah.  Yang diluar kemampuan kita, serahkan pada Tuhan saja! Tak perlu cemas!




Dalam KasihNya: Edipianus
Pastor di Indonesi Baptis Church

BERSABAR DALAM PENDERITAAN

Bersabar Dalam Penderitaan
Yakobus 5:7-11

Di dalam Tuhan, tidak ada masalah yang tidak bisa Dia selesaikan. Semua masalah dapat diselesaikan di dalam nama Tuhan Yesus yang penuh kuasa itu.  termasuk penderitaan, kesulitan dan sakit penyakit yang di alami oleh orang percaya.  Hal yang menyebabkan penderitaan yang kita alami tak dapat diselesaikan karena kita tidak mau bersabar dalam penderitaan yang kini kita alami.
Pertanyaannya, bagaimana kita dapat bersabar dalam penderitaan?

Pertama: Teladanilah kesabaran para petani (7)
petani tradisional atau petani modern, tentu tidak serta merta langsung menikmati apa yang sedang dia kerjakan.  ada proses yang dilalui sebelum menikmati hasil pertaniannya.  Bila dia seorang petani padi; ia harus menggarap tanah yang akan digunakan untuk menanam padinya, lalu menyemai benih padi, berturut-turut; menanam padi, memberi pupuk untuk kesuburan padinya, mengontrol aliran air agar tidak kurang atau lebih, lalu tunggu beberapa waktu untuk memanen padi yang sudah siap dipanen.
Lihat! teladan penting yang dapat dipetik dari seorang petani yaitu, kesabaran, ketekunan, dan tak putus pengharapan.  demikian juga dengan penderita yang sedang kita alami; kita perlu melatih kesabaran kita menghadapi hal yang tidak nyaman dalam hidup kita, perlu ketekunan untuk memperbaiki hal-hal yang mungkin merupakan kekeliruan kita sehingga mengakibatkan kita menanggung semua itu. yang penting dalam situasi ini.  Jangan pernah hilang pengharapan kepada Tuhan Yesus Kristus, Ia mampu, Ia sangguh dan Ia mengerjakan hal yang baik untuk hidup kita. katakan, amin.

Kedua: Selalu Bersyukur, tidak mengeluh, dan menyalahkan orang lain (9)
sikap bersyukur adalah tanda orang beriman, sementara mengeluh dan menyalahkan orang lain menjadi bukti tidak adanya iman dan cenderung lepas tangan tak mau hadapi konsekuensi berat dalam hidup ini.  Lihat, apa yang dikatakan firman Tuhan dalam I Tesalonika 5:18 (BIS) "Dalam segala keadaan hendaklah kalian bersyukur, sebab itulah yang Allah inginkan dari kalian sebagai orang yang hidup bersatu dengan Kristus Yesus". Jadi, orang yang bersyukur adalah orang yang senantiasa bersatu, menyatu dan hidup di dalam Tuhan Yesus.  bohong! bila saudara mengatakan diri saudara adalah orang Kristen yang percaya kepada Tuhan Yesus namun dalam praktek hidup hari-hari (khusus menghadapi penderitaan) menunjukkan sikap bukan layaknya orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.  Kita ini terlalu mudah cengeng bila dihadapkan dengan penderitaan, kita kadang berkata" Tuhan dimana janjimu, dimana keadilanMu, aku sudah melayani Tuhan, melakukan pekerjaan untuk Tuhan"...wow!!! kelihatannya penuh wibawa bukan? tidak! itulah sikap orang cengeng. Sedikit menghadapi masalah, lalu mengeluh, bersungut-sungut dan menyalahkan orang lain. Mulai detik ini, saya katakan kepada saudara yang tidak mau menghadapi kesulitan dan penderitaan hidup, engkau tidak layak disebut orang percaya kepada Tuhan Yesus.  orang percaya Tuhan Yesus penuh pengharapan dan syukur,dan selalu melihat berkat dibalik kesulitan hidupnya.

Ketiga: Ikutilah teladan para Nabi dalam menghadapi penderitaan (10,11)
mari lihat teladan hidup Ayub dalam kitab ayub; ia yang saleh, hidup taat kepada Tuhan, senantiasa berserah kepada Tuhan.  namun Alkitab mencatat, ayub diijinkan untuk mengalali penderitaan itu.  harta benda habis, anak-anak yang ia kasihi meninggal, badan penuh borok, istri yang tidak mendukung dia dalam kesulitan. namun ada hal yang indah yang disampaikan oleh ayub disini. dan berkata, "Aku dilahirkan tanpa apa-apa, dan aku akan mati tanpa apa-apa juga. TUHAN telah memberikan dan TUHAN pula telah mengambil. Terpujilah nama-Nya!" Ayub 1:21 (BIS), bisakah saudara mengulangi kalimat yang diucapkan Ayub sebagai langkah iman saudara yang saat ini menghadapi penderitaan.  sikap Ayub adalah langkah imannya menghadapi penderitaan yang sedang ia hadapi.  Bahkan Ayub memarahi istrinya yang mengharapkan Ayub mengutuki Tuhannya, ia tidak mau melalukan itu, karena ia tahu arti hidup didalam Tuhan, Tuhan tak mungkin melakukan sesuatu yang kontradiktif dari apa yang Ia katakan.
Teladan berikutnya adalah Yusuf.  Mendapat kasih sayang dari ayahnya tetapi dibenci oleh saudara-saudaranya. puncak dari kebencian itu, Yusuf dijula dan menjadi pekerja dikeluarga Potifar.  Pertahatikan, integritas Yusuf jelas, ia dapat dipercaya, tidak maumencemarkan dirinya dengan menerima tawaran wanita haus belaian kasih sayang.  apa balasan dari integritas Yusuf, penjara buka?...e..e..e..e..sempitnya pemahaman kita memahami Allah.  Yusuf ada dalam desain besar Allah untuk kelangsungan umatNya.  sikap yang ditunjukkan Yusus; tidak membalas, membuat pembelaan, tetapi dengan tepat dia berkata Tuhan menata hidupnya untuk maksud-maksud baik (Kejadian 50:20).


Akhirnya saudara-saudara, sikapilah penderitaan itu dengan bersabar!!!!
Penderitaan memang tidak mengenakkan dalam konsep kita manusia, tetapi penderitaan itu alat yang Tuhan sediakan untuk kita, Ia mau Proses kita melalui penderitaan.  Sikap kita berserah, tak hilang pengharapan dan tetaplah bersyukur.  Maka, Tuhan akan memulihkan kita menjadi lebih baik dari hari-hari kemarin.
SELAMAT BERSABAR - DAN NIKMATILAH BERKAT TUHAN YANG DISEDIAKAN BAGI MEREKA YANG PERCAYA KEPADANYA.

Dalam KasihNYa: Edipianus

MAKNA ROHANI PENAMPAKAN DIRI YESUS


MAKNA ROHANI PENAMPAKAN DIRI YESUS
Yohanes 20:30-31

·         Membangun sesuatu hal yang baru jauh lebih gampang dibandingkan dengan memperbaiki yang sudah rusak.
·         Memperbaiki yang rusak, berarti mengerjakan sesuatu pekerjaan dua kali.
·         Banyak waktu telah sia-siakan, banyak tenaga yang mubazir.
·         Tetapi itulah yang dibuat Yesus pasca kematian dan kebangkitanNya, lalu penampakanNya.

I.                   Yesus Menampakkan diri kepada Maria Magdalena (Yohanes  20:11-18)
·         Wanita yang dibebaskan dari roh-roh jahat (Lukas 8:2)
·         Memilih melayani Yesus (Lukas 8:1-3)
·         Hadir dipenyaliban Yesus (Yohanes 19:25)
·         Ia menerima anugerah Tuhan
·         Yohanes 20:13,15 “Ibu mengapa engkau menagis?”
·         Dengan kata lain adakah hal yang membuat kamu berduka?
·         Bagi maria kematian akhir dari segala sesuatu.  Band  Yohanes 11:25.
·         Orang yang ia kasihi pergi untuk selamanya
·         Yohanes 20:17 “..jangan engkau memegang Aku?..”
·         Jangan engkau menahan, memaksa,mengharapkan Aku di sini.
·         Dukacita maria; mewakili kebanyakan wanita yang berperasaan sentimental.
·         Mudah larut dakam kedukaan, mudah merasa disakiti.
·         Kesepian dan rasa kehilangan yang mendalam
·         Itulah sebabnya; Yesus menguatkan Maria “duka mari TAK membuat diamenjadi lebih baik (duka karena tak punya pengharapan)”
·         Yohanes 20:17 “….kata Yesus: pergilah kepada saudaraKu..”

II.                Yesus menampakkan diri kepada Murid-muridNya (Yohanes 20:19; 21:14)
·         Peristiwa malam hari (20:19-23); konteks; KETAKUTAN
·         Damai Sejahtera (20:19)
·         Bersukacita (20:20)
·         Terimalah Roh (20:22)
·         Kepada Thomas (20:24-29) Konteks; Pintar yang lamban percaya.
·         Logika diberikan: berpikir, mencerna, dan memahami
·         Iman: mengatasi logika yang terbatas
·         Logika dan iman dua hal yang mendukung yaitu mengerti dan percaya.
·         Yohanes 20:29
·         Peristiwa di Pantai Danau Tiberias (21:1-14) konteks; Yesus peduli dgn kebutuhan umatNya
·         Apapu yang terjadi hendaklah tetap layani Tuhan (21:1-5)
·         Yesus sanggup lakukan apa yang kita tak sanggup lakukan (21:6-11)
·         Nikmati persekutuan dengan Yesus (21:12-14)

III.             Yesus berbicara secara khusus kepada Petrus (Yohanes 21:15-19)
·         Petrus; murid yang energik
·         Pelayanan Tuhan yang luar biasa
·         Yang energik, luar biasa bisa gagal, merasa tak berguna, malu, jatuh, dll = perlu keseimbangan
·         Yesus bertanya? Sungguhkah motivasi pelayananmu selama ini karena kasihmu kepadaKu? 3x
·         Tuhan adalah Allah yang tahu.
·         Jawaban Petrus(21:17) “…Engkau tahu segala sesuatu..”
·         Kualitasku
·         Pernah menyangkal Engkau
·         Gagal, tak bernilai
·         Akhirnya pasrah kepada Tuhan.
·         Yohanes 21:19,.akhir “ikutlah Aku!” dipulihkan, dipercayai kembali, ada pembaharuan komitmen. Syarat mau dipulihkan.

IV.              Apa makna dari penampakkan Yesus
Ø  Engkau yang setia, merasa disakiti, rasa kehilangan =tak perlu mengasihani diri sendiri.
Ø  Engkau yang bingung dengan kebutuhan hidup serta takut dengan masa depan= jangan menyusahkan diri, memikirkan apa yang kita tak mampu pikirkan, lakukan bagian yang Tuhan percayakan kepada kita.
Ø  Engakau yang pintar, intelektual gunakan kepintaran untuk mengenal Allah, kuasa dan kebenaranNya melalui iman kepadaNya.
Ø  Engkau yang gagal, malu, merasa tak berguna dalam hidup dan pelayanan.
Ø  Yesus menampakkan diriNya dengan maksud:
§  Untuk menyakinkan umatNya, meneguhkan umatNya,
§  Untuk percaya Yesus adalah mesias “yang diurapi oleh Tuhan” yang dipilih Allah untuk Penyelamatan dan Tuhan= pemilik hidup kita.
§  Oleh iman kita hidup dalam Tuhan






Dalam kasihNya: Edipianus